Kumpulan Puisi

1. Najwa Khairunnisa "Turunnya Hujan"
2. Suci anggraeni "Hujan"
3. Yoshi Paulina "Hari Ini Hari Hujan"
4. Sudiawan Imam Prakoso Adi "Menunggu Reda"
5. Hayajannahzee "Asa ku di senandung langit malam"
6. Widia oktafiani
7. Aisyah "Hujan"
8. fevita azahra "Ziarah rindu"
9. Rio Syamsuri
10. Adrian muhammad "Dibawah naungan kota hujan"
11. Nurma Audina
12. Eriska "KERINDUANKU BERSAMA SANG HUJAN"
13. Ida Ayu Utami Sundari "Hujan Bulan September"
14. Ressi Agustin "Hujan"
15. Nurfitriani Putri Lestari "Hujan dengan rindu yang tidak ber-Tuan"
16. Syatiani Aprianti "Terkenang Hujan"
17. Defti Pratiwi "Rindu Kota Hujan"
18. Nurul Aini "Gerimis"
19. RIKA MIA ANDAYANI "Untaian Hujan"
20. Mamah Alfianah "Setetes air candu"
21. Resty pratiwi
22. Reni restiani fajrin "Musim Hujan"
23. Nadiwa Adha O'Billy Shaka "Hujan"
24. Muthiya sungkar "Hujan"
25. Dinna Aprillia
26. Sylfa ashfiya "Tetesan hujan"
27. Nur Anisa Rahayu "Hujan"
28. Herlita Robiatur Rahmah "Rinduku"
29. Rahmaniar "Mengenang Hujan"
30. Herlita Robiatur Rahmah "Rinduku"
31. Zasi Madana "INGAT HUJAN"
32. Nidia Puspita "Hujan"
33. Hilminyah kurotal aeni "Ketika Hujan"
34. Astri noviyanti fadila
35. Denada Octavia
36. Risna khaerani
37. Novianti Angelica Girsang "Hujan Datanglah"
38. Novita angelica
39. Nanda Karlita "Dihujani Rindu"
40. Nuruls azizah "Hujan dan kebesaranNya"
41. Asmy Fuzita Hilda
42. Gun Gunardi
43. Fazar Akbar "Hujan"
44. Elsa Nurul Romadhoningrum "ANGAN DI KALA HUJAN"
45. Windya Fajira "Siklus dari Hujan pada Rindu"
46. Sudiawan Imam Prakoso Adi "Untuk adikku yang belum makan sejak pagi."
47. Rachmi Fadliyah "Hujan"
48. Puput Melati "Dia Air"
49. Ajeng hilah kurnia "Hujan yang merindu"
50. MUHAMMAD NAUFAL SHIDIQ "ku titip harapan pada hujan"
51. Ratna priyanti "Pilar salapan di balik hujan"
52. Irma Adzka "Hujan"
53. Raden G Yuli Puryani "Hujan Menjadi Teman ( Dalam rinduku pada Ibu)"
54. Nia violita
55. Astria Yuliana "HUJAN UNTUK SENJA"
56. Yuni Cahyani Utami "Hujan Harapan"
57. Atika "HUJAN"
58. Ratna sari "Hujan adalah kenangan"
59. Mutasifah "Cerita bersama hujan"
60. Niken Wahyu Dianita "Hujan, Pesta Para Pendoa"
61. Riska Yulianti "Lewat hujan"
62. Karabine Rosita "Hujanku"
63. Servita Caroline "FENOMENA HUJAN PENGANTAR PESAN KEHIDUPAN"
64. Siti Hardiyanti
65. Feni yuniawati
66. Shafa Marwah Senuk "Hujan, Aku Mengadu"
67. Ina fahrina "Dear hujan"
68. Prida puspita gading "TAK SEPERTI HUJAN"
69. Feby Rhapsodi "HUJAN"
70. Fitri handayani "Ku Rindu bogor, ku rindu hujan"

71. Dinda Natane
72. Keke puspita "HUJAN"
73. Hilminyah kurotal aeni "Pesan ku pada hujan"
74. Ana destian "Hujan"
75. Dea Kusherawati "The Rain"
76. Medyna Zainab Vaizal "Hujan"
77. Siti Masruroh "Hujan Membahasi Hati"
78. Iqlimah dwi "Hujan"
79. Syarifah
80. Grennesya Amanda
81. Maria permata sari "Hujan Anak Rantau"
82. Muhamad sukandar "Hujan"
83. Yashita Audiya
84. Puri Meita Irvian "Hujan itu Keberkahan"
85. Kegumi Nurwahidah "Dosa & doa kala hujan"
86. Shinta Agustina
87. Moch Soleh Sohih "Badai, Hujan & Kenangan"
88. Dewi Herawati
89. Sri Nurhayati "H U J A N"
90. Muhamad Fahmi
91. Vonny Olivia Djumadi
92. Risca Arinta Rani "HUJAN"
93. Irma Yanti "Hujan Tak Beraksara"
94. Rahmah nurillah
95. Eli Wardana -A Piece Of Cake-
96. Erlina Puji Lestari
97. Salmaa rose janah "HUJAN"
98. Fitri Amalia Dewi "Berawal dari hujan"
99. Desi alfi
100. Priska Erianti "Teruntuk Hujan"
101. Nurul Afifah "Sejenak, jingga tiba disini"
102. Nina Rustina "Hujan"
103. Alifa Putri Maharani
104. Rezza "HUJANKU HUJANMU"
105. Retno Purwitasari
106. Viviani Nurhalisa "KETABAHAN HUJAN"
107. Annisa Nurmuthmainnah "HUJAN"
108. Zasmia Chaniago "Hujan"
109. Yulvie Shara Wardhani "Hujan Yang Membuatku Tak Lagi Berarti"
110. Nurul Fajriyah "PELUK RINDUKU HUJAN"
111. Icha anisa "Hujan membuat rindu"
112. Algifari Abqori Hisan *Kota Hujan Penuh Berkah*
113. Kartika Putri Pratami "Hujan"
114. Risca Arinta Rani
115. Ferry Firmansyah "Karena Hujan aku bertanya"
116. Indriani Okfri "BOGORKU SEDANG TERGUYUR HUJAN"

Gemuruh petir menggelegar
Pancaran kilat menyambar
Cerahnya langit ikut pudar
Menyampu matahari yang sedang bersinar

Awan gelap berdatangan
Menjatuhkan butiran air hujan
Sore hari pun terasa sepi
Hanya rintik hujan yang menemani

Hujan ...
Kini kau mulai turun
Membasahi bumi
Mendatangkan pelangi

Awan gelap itu aku sambut dengan perlahan
Gemerincing butiran air menyerbak menderap ke daratan
Memercik dengan segala harmoni keindahan
Entah mengapa, ada rindu yang pasti terselip dikala hujan

Hujan telah mengajariku untuk tetap tenang,
Menghadapi kehilangan karena, semua air yang telah langit teteskan pasti
akan kembali menguap menjadi rangkaian awan putih yang akan menyinariku

Suatu hari mendung, langit gerimis.
Bunga-bunga bahagia, aku pun juga.
Kota ini dingin, hujan romantis.
Payung-payung cerita tersenyum manis.
Diantara 365 hari di bumi, hari ini memori.
Karena kita nikmati hujan sepagi ini, hingga malam nanti.

 

Pada rintik hujan yang seakan menari
Meliuk-liuk diterpa angin bulan januari
Di sini aku sendiri menepi dalam sepi
Mencoba redakan gemuruh di hati

Terlihat disana anak kecil berlari ke arahku
Tubuh kurusnya lunyai penuh daki
 
Gemetar tangannya ulurkan payung lusuh padaku
"Tidak," teriakku dalam hati.
Aku memilih menunggu reda disini.

Masih kulihat anak itu.
Nampak dingin menggigil yang dia rasakan.
Namun senyum hangat merekah di wajahnya.
Menampilkan barisan gigi yang tak begitu rapi.
Seolah sedang menertawaiku yang sedang patah hati.

"Bolehkah kuminta itu?" Tanyanya lirih.
Menunjuk pada sisa roti yang tak habis kumakan.
Roti isi coklat yang masih kugenggam meski tak lagi mampu kurasai.
Seperti aku yang terus menggenggam hatimu meski tak lagi kumiliki.

Pada rintik hujan bulan januari.
Kutanyakan kemana cintamu pergi?
Yang seakan berlari tanpa pedulikan janji.
Meninggalkanku sendiri menunggu reda di sini.

"Untuk apa?" Tanyaku pada anak kecil itu tadi.
"Untuk adikku yang belum makan sejak pagi"

Pada rintik hujan yang masih terus saja menari.
Kumaki lara hatiku yang ternyata tak begitu berarti.
Yang masih saja menunggu reda pada hujan patah hati.
Untuk cinta yang telah lama pergi berlari.

Kuraih sekotak kue yang siang tadi kubeli.
Kuulurkan pada anak kecil yang masih menemani.
Senyumnya mencuat dan kemudian dia berlari.
Menerobos hujan di bulan januari.

Aku masih menunggu hujan reda disini.
Tapi tanpa lagi rasa patah hati yang menemani.
Kuhaturkan syukur untuk hujan yang menari.
Di bulan Januari.

 

Hembusan angin menerpa wajahku
Perlahan ku buka mata dan ku rasakan syahdu
Terdengar merdunya tangisan langit yang tadinya biru
Membawa aroma kenangan yang menyisakan rindu
Ku lepaskan genggaman jemari  mungil nya
Ku pandangi wajahnya yang menenteramkan jiwa
Meski senandung ku hilang ditelan berisiknya hujan
Namun ia tetap terlelap dalam buaian
Hujan yang turun tak pernah sia sia
 
Ada doa yang bergema di setiap gemuruhnya
Ada harapan dan cinta di setiap tetesannya
Tidurlah sayang, pejamkanlah mata
Usah risaukan ujian dunia
Tidurlah sayang, hingga mentari menyapa
Bersama kita lewati semua nestapa

 

Udara pagi mulai terasa menusuk kulit..
Sepi mulai mengajak kaki beranjak menuju suatu tempat..
Mencoba mencari sosok yang pergi tanpa pamit..
Berjalan bersama dengan bayang yang tak terlihat..
.
.
Kamu..
Hujan yang dirindukan dikala kemarau melanda..
Hujan yang slalu bisa menyembunyikan kesedihanku..
Hujan yang menghapus jejak sakit yang tertinggal jauh..
.
.
Semua rasa yang ada, murni tercipta karena ketulusan..
Rasa yang tak perlu kamu tahu, tapi bisa kamu rasakan.. Mungkin?
Melihat senyummu, bahagia untukku
Dibalik sikap dinginmu, rasa nyaman telah terasa
.
.
Dikala rindu menyapa..
Angan yang mulai menyala..
Diam cara yang tepat mengungkapkannya..
Biarkan rasa ini berlabuh padamu menurut ridhaNya..
Menginginkan dan mencintai dalam do'a..
Serahkan semua rasa hanya padaNya..
Yang Maha Membolak-balikkan hati..
Karena bisa jadi saat ini dia yang kita cintai tidak memiliki rasa sama sekali kepada kita, tapi suatu saat nnti jika Allah menghendaki dan menakdirkan dia untuk kita, insyaAllah Allah akan mempertemukan dan mempersatukan dengan caraNya. Wallahualam

 

tetesan air yang jauh mengenai pipi ku. Membuatku mengingat semua kenangan tentang mu. Tentang mu yang sulit ku lupakan .rasa dan aroma khas wangi dari mu membuat ku ingin kembali menyantap setiap potongan dan merasakannya . Namun apalah daya ku  banyak yang menyukaimu. Hingga aku harus berjuang untuk menadapatkan mu raincake bogor rasa mangga adalah kesukaan ku . Karena kenangan memakanmu sulit untuk ku lupakan.

 

Basah tubuh ini
oleh deraian hujan yang rinai
yang senantiasa
menepis rndu ku hingga ke batas asa
yang meluluh sujud dalam rindu berkepanjangan
hingga air mata ini berjatuhan
siapa yang tau ?
Jika rinai hujan itu
Menyatu bersama air mata ku
Hingga semu dalam lantunan
Doa yang tak berkesudahan
Pada mungil bibir yang kehilangan kata
dan pada  hujan yang masih setia
mengglum dinginnya jagat raya
Izinkan aku melunasi rindu ini
Hingga rinai hujan berhenti
Dan izinkan tasbih ini tetap fasih terlantun
Dalam setiap kata yang akan menjelma menjadi semesta doa
Aku lah sang perindu
Duhai ibu
Ingin ku gapai peluk mu
Namun kuasa ku tak mampu bu,
Hanya seutas kertas  dan seuntai doa dalam setiap sholat ku
yang mampu menepis rindu

Tentang rinai hujan yang kini sudah berakhir
Membuat mata ini semakin nanar
Dan  membuat tubuh ini dingin terasa hingga ke batas asa
Wahai rinai hujan , terimakasih telah kau sembunyikan air mata.
Ku izinkan semua deraian air mataku ini kau bawa bermuara
Hingga ke kedalaman samudra .

 

Hujan membasahi kota ini,
Yang menahan langkah kaki ini,
Tapi mengapa kau pergi sesingkat ini?
Ku sangat rindu dengan alunan nada-nada yang kau ciptakan, menjadikan hidup lebih berarti untuk esok hari, janganlah kau pergi, Hujan...

 

Jingga ufuk mewarna sendu dalam cakrawala biru...
Nun jauh dalam bayangan telah tertutup lembayung  abu...
Duaaaarrrrr....
Seperti tembakan peluru , halilintar menyentuh bumiku ?
Asa ku terpaut hingga membentuk maya yang  mengajak kepada sang lalu
Meski tetesan nya sejuk, tapi kilaunya menyayat pedih...
Hujanku,
Tak perlu kau sambut aku dengan sejuta embun,
Tak peduliku apa yg  engkau mau...
Dalam khayalku tetap dipuja meski kau pernah mengubah desa permai menjadi lautan lumpur, kau !!! Hujan yg merapikan kejahatan di tanah antara serambi .
Terjun, dengan perintah Sang Esa. Meski setelahnya kau bangunkan mimpiku diatas pelangi tujuh warna. Kau ? Tetap lah seperti itu, merajut asa demi manusia yg bergurau dosa disetiap detiknya. Hujan , kenangan mu tetap terkubur rapi, meski kadang mengingatnya aku bersendu , yaaa...
Hujanku , tentang tragedi antara maut dan hidup....

 

Jika hujan benar datang lagi padamu malam ini, tampung lah, itu aliran rinduku yang tak terbendung
Karena hujan selalu mampu memberikan kesempatan, melihat genangan atau mengingat kenangan. Tanpa ada pilihan untuk melupakan..
Aku bahagia ketika gerimis datang, karena gerimis mengingatkan ku, ia pernah menahanmu untuk sedikit lebih lama bersama ku
Bilamana hujan lupa membawa rintihan rinduku, biarlah kaca jendela yang mengembun melukiskan jejak cintaku padamu

 

Kala hujan tiba anganku terus melayang akan sebuah kenangan,, Kala hujan tiba tak terasa kenanganku telah membuat air mataku terjatuh,, Kala hujan tiba air matakupun mengisyaratkan akan kerinduan,, Kala hujan tiba kerinduankupun semakin besar,, Kerinduan yang sangat dalam atas kehadiran sosok ayah,,, Kerinduan yang hanya menyisakan kenangan manis dengan ayah,, Namun kerinduan ku hanya tinggal kerinduan,,, Bersama hujan ku berharap Tuhan kan menyampaikan rinduku untuk nya,, Wahai hujan kutitipkan salam rinduku untukmu Ayah,,,

 

tadinya tak ada awan
hanya biru yang lapang
entah kemana arahnya
awan  berarak arak
mengancam
marah
warnanya hitam
sebentar saja gemuruh, mengguruh
telinga telinga menjadi pekak
berlarian anak anak
mencari ibu yang tertinggal jarak
panas menyisakan gigil
dan basah
membuat penghuni penghuni malas
meringkuk mereka
menggelung seperti kucing diatas ranjang
suara hujan
dan tetes tetesnya dari awan
andai kau disini
kau akan berjalan di antara hujan
menginjak genangan yang ditinggalkan
pasti kau suka
hujan bulan September

 

Suatu senja di desa kelahiran ku..
Ku dengar tetes air damai
Turun bergemuruh membasahi bumi
Kau mebuat aroma khas tanah basah tercium
Daun yang hijau terus menari-nari
Seolah kau memberi nada-nada indah yang terus jatuh...
Bau mu itu menyenangkan
Meski kau sangat sederhana
Tetapi kau menenangkan
Menciptakan hawa sejuk yang selalu bumi butuhkan...
Tetes air damai itu, adalah kau Hujan

Filosofi itu benar!
Aku banyak belajar tentang mu
Hujan..
Kau turun dan jatuh berkali-kali
Meskipun begitu kau tak pernah menyerah
Kau selalu terlihat sabar
Bukankan kau akan tetap menunggu
Setelah kemarau usai kau akan baru turun

Hujan
Ketahuilah engkau adalah
Rahmat dari Tuhanku
Allah Azza Wa Jalla
Aku selalu rindu suasana yang kau ciptakan hujan
Harap-harap kau akan selalu begitu
Sederhana
Menyenangkan
Dan menenangkan setiap kehidupan
Kulangkahkan kaki saat pagi dengan hening paling sunyi
Kesiur angin mengabarkan kelabu yg kian menggurat sepi
Kuhela nafas yg menyuarakan kegelisahan hati

Semesta menang membiarkanmu akan segera membumi
Ku menepi merasa rintik hujan yang membias di jemari
Basahmu bak memeluk segala emosi
Menyesap aromamu adalah nikotin alami

Aku..
Menikmati hujan pagi ini sebagai melodi klasik yg menyayat hati
Nyanyian sendu sunyi penuh ironi
Dan kubiarkan sunyi bertautan di langit langit ingatan bersama hujan
Menciptakan bait bait puisi yg kunamakan kerinduan
Ya..
Dengan rindu yang masih tidak ber-Tuan

 

Pagi tadi, dengan angkuhnya sang hujan memamerkan dirinya kembali
Mengapa? Mengapa kau datang lagi hujan?
Setelah beribu daun berguguran aku lalui sendiri
Setelah beratus langkah aku tapaki tanpamu

Aku sudah terbiasa diselimuti dengan hangatnya sang mentari
Aku sudah terbiasa dibuat sejuk oleh sang angin

Hujan..
Bolehkah aku memintamu hanya sebagai kenangan?
Kenangan akan indahnya sebuah tangisan kerinduan
Yg dengan ikhlas ku jadikan inspirasi lewat goresan tinta dalam syair

 

senja mulai berganti malam
Dan  langit mulai enggan menampakan kebahagian
Malam pun menangis  dengan derasnya
Terhampar luas akan sebuah kesunyian

Kesunyian yang telah memperdengarkan suaramu disetiap tetesannya yang jatuh
Namun itu hanya sebuah mimpi menyedihkan
Mengapa?
Mengapa?suara tetesan itu kembali mengingatkanku  pada sebuah kisah klasik tentang sebuah kota kecil
Kota yang telah mengukir sebuah rasa dan kehangatan jiwa

Yang kini kusebut dengan  panggilan Rindu...
Ya,Rindu...
Rindu akan sesosok cita rasa sebuah kota rindang
Yang orang lain menyebutnya dengan kota "Hujan"

Tuhan...
Biarkan rindu ini selalu bersama ku agar Aku tahu bagaimana rasanya jauh dari sebuah kerinduan
Dan akan kujadikan sebuah felosopi kehidupan

 

Gerimis waktu petang
Kala mentari tak riang
Di sudut kota orang
Teringat badai yang datang

Gerimis
Langit menangis
Hujan hari kamis
Hati teriris

Selimut awan kelabu
Berdera diantara pohon bambu
Banyak luka pada bunga layu
Menoleh ke jalan sendu

Rintik-rintik butir bening
Hari itu terasa pening
Tak ada kata saling
Dalam gerimis kau berpaling

 

Hujan, teruslah seperti ini...
Aku senang mendengar  rintihanmu
Datang....
Dan lebih deras lagi
Kau persis seperti gemuruh hati ini
Tenang
Marah
Dibutuhkan
Kadang disalahkan
Aku ingin saat lelah ini boleh ku rasa, kau mengiringiku sampai ku temukan mentari
Kau samanya denganku...
Kesal
Marah
Pilu
Boleh jadi badai datang, bumi kau terjang
Tapi, takdir tetaplah takdir...
Hakikat dibawa rasa,
Embun lagi ku temukan
Pelangi nampak tersenyum melingkar derita yang tersembunyi
Amarah ini, boleh jadi seperti badai
Tapi aku bersyukur sebelum badai itu datang, hujan ku rasa

 

Awan kenapa engkau menangis,
Padahal tadi engkau bersinar
Tapi tak apa karna tangisanmu sangat aku tunggu dan membuatku candu
Candu dalam menikmati jatuhan  Setetes air romantis yang di dengar membuatku tenang
Hujan kau membuat candu yang nyata aku selalu menikmati candu Setetes air ini

 

Hai senja ..
Mengapa langitmu kini terlihat redup ?
Mengapa tak ku lihat terikmu d pagi hari ?

Hai senja ..
Awanmu berubah warna yg tadinya berwarna biru & jingga kini menjadi abu* kelam hitam ..
Seolah langitmu siap meneteskan rintikan air dari atas sana ..

Hai senja ..
Rintikan itu telah sampai di bumi pertiwi ku
Ini yang namanya hujan ?
Hujan ini sangat indah
Dia mampu membasahi hutan yg telah lama kering
Hujan juga sangat bermakna
Dia tetap datang meski merasakan jatuh berkali-kali ..

Hai senja ..
Aku menunggu hujan di langitmu esok hari
Aku menyukainya senja ..

 

Di sini hujan kasih
Berbalut selimut menghangat raga
Dingin terasa hingga sampai ke tangan
Merambah mencari celah

Hujan kali ini begitu berbeda
Berbeda karena di ujung malam
Sepi mencekam bosan
Bermain kantuk membutakan mata

Aku masih di sini
Masih menjadi beku yang tak hangat
Terasa sesak takkala tertatap
Mungkin dingin menjadi penawar

Atap dan daun rimbun jadi saksi
Bahwa bening mencumbu hijau
Terlarut basah meninggal subur
Penawar di musim kemarau.

 

Dikala datang hujan
Terbersit Rindu dan duka
Datang bahagia datang juga kepiluan

Berkah
Bagi yang kekeringan
Musibah pula bila menjadikan kebanjiran

Tetap syukurilah
Berkah tuhan yang maha kuasa

Pahamilah ...berterima kasihlah
Rintik rintik indah menemaniku di kesunyian pohon pohon beserta dayang nya yang cantik cantik tanah tandus menjadi murah hati karenanya.. Berkumpul dalam mozaik keindahan... Anak hujan ini menamparku dari rasa kantuk.. Alam raya sedang berzikir pada sang penciptanya terlarut dalam keheningan simfoni cintanya indah nya menusuk ke relung hatiku...

Hujan...

Tolong sampaikan rindu ini kepada-Nya Karna rindu ini bukan rindu biasa....

 

Tetesan hujan

Di saat rumpunan bambu melambai diterpa hujan

Ada sepotong hati dalam keheningan

Tetesan hujan pun terus berjatuhan dan bertumpahan

Ada rindu di hati yg terpendam dalam kepasrahan

Yaa Rabbi...

Berjuta-juta tetesan hujan telah menyadarkan akan kebesaran Mu

Waktu-waktu yang telah lama di nanti bersujud dan memuji Mu

Dalam hembusan panjang doa-doa memohon pada Mu

Inilah tetesan hujan yang membawa hidayah Mu

 

Hujan...
Kau selalu hadir dengan meninggalkan genangan
Yang sulit 'tuk dihilangkan
Dentum rintikmu mengingatkanku padanya
Seseorang yang tak bisa kulupakan

Hujan...
Sampaikanlah padanya
Bahwa aku merindukannya
Kepada dia yang menyisakan
Berjuta tetesan embun dalam pikiran

Entah itu luka maupun kenangan
Namun memori itu selalu hadir bersamaan
Layaknya rintik jatuhmu
Yang selalu datang beriringan

 

Terkadang senja memang indah..
banyak pula yang merindunya
namun tidak denganku

Aku merindukan yang lain
yaa.. sesuatu yang kurindukan
dapat membuatku menyampaikan sebuah rasa

Dapat pula memperpendek jarak
Jarak antara aku dan kamu
Kamu yang masih menjadi rahasiaNYA

Sesuatu yang kurindu itu bernama Hujan
Karena saat hujan aku dapat menyampaikan do'a
sebanyak yang aku bisa

Do'aku...
Semoga aku dan kamu segera dipertemukan
Itulah Rinduku, rindu pada Hujan dan Kamu

 


Hujan kembali menggema
Suara rintik kian beralun
Hembusan angin kembali menyapa
Hingga menjadi penawar hati

Hujan tak beranjak
Membawa memori indah yang lalu
Dengannya, untaian doa terucap
Membatin lirih di dalam hati

Hujan tetap melirik
Membasahi ruang wakfu
Menderas pada getaran hati
Menuai rindu dalam doa

Hujan, derasmu kian meredup
Pertanda hadirmu akan berlalu
Tetapi rintikmu akan membekas
Menjadi kisah penuh arti

Hujan, rintikmu kan kunanti
Selalu dan selamanya

 

Terkadang senja memang indah...
Banyak pula yang merindunya
Namun tidak denganku

Aku merindukan yang lain
Yaa sesuatu yg kurindu itu...
Dapat membuatku menyampaikan sebuah rasa

Dapat pula memperpendek jarak
Jarak antara aku dan kamu
Kamu yang masih menjadi rahasiaNYA

Sesuatu yang ku rindu itu bernama Hujan
Karena saat hujan aku dapat lantunkan do'a
Sebanyak yang aku bisa

Do'aku...
Semoga aku dan kamu segera dipertemukan
Itulah rinduku, rindu pada Hujan dan Kamu


 

Mendengar hujan, senangnya sekujur badan.
Melihat hujan, teringat mengejar rintik di ujung jalan.
Mencium hujan, ibarat mencium bau tubuh bersih bak awan.
Tangisan merdumu waktu itu, diiringi tawa bahagia sang hujan.

Anakku, marhaban iladdunya..

Rumput gersang berhenti bergoyang.
Burung bangau berhenti menunduk.
Aspal berlubang berhenti menganga.
Semuanya sontak bertasbih memuji Sang Pemilik Kehidupan.

Allohumma Shayyiban Nafi'aa.
Ya Alloh, jadikanlah hujan yang bermanfaat.
Sebuah doa turun hujan yang sarat makna.
Begitu pula harapku padamu, wahai putraku..
Jadilah insan yang senantiasa bermanfaat.
Demi umat, dalam menjalan sebuah maklumat.

Tampunglah hujan, seperti menampung berkah.
Sambutlah hujan, seperti menyambut datangnya karunia.
Berdoalah di kala hujan, mintalah pada-Nya apa yang diinginkan.
Karena Ia satu-satunya Dzat yang tak pernah mengecewakan.

 

Hujan..
Emosimu Terkadang Mirip Seperti Kami...

Disaat Engkau Marah...
Kau Datang Bersama Angin Dan Petir...
Hingga Membuat Kami Diam Tak Berkutik...

Tetapi..
Disaat Kau Sedang Bahagia...
Kau Datang Dengan Irama Rintik Rintik Kecil...
Membasahi Bumi...
Bahkan Tak Jarang Sebelum Kau Pergi..
Kau Tinggalkan Pelangi Di Langit Biru..
Sebagai Lukisan Langit Yang Begitu Indahnya..

Namun...
Bagaimanapun Kau Datang Hujan...

Semua Itu Adalah Anugerah Dari Yang Maha Kuasa...

 

Lirih dalam perih...
Rindu yang menggebu...
Sepotong kue temani hari...
Saat hujan turun basahi bumi...

Hari ini indah...
Telah sekian lama kau tiada...
Kau hadir disaat yang dinanti..
Pesona mu hujan di nanti...

Tawa riang putra putri kami...
Menyambutmu suka hati..
Bersenda gurau tiada henti...
Berlari ... Berkejar kejar kesana kemari.
Dibawah tetesan airmu nan suci.

Tanah tak lagi gersang ...
Senyum petani kini terpasang. . .
Rasa syukur pada Tuhan...
Telah menurunkan kau saat kekeringan.

Hujan...   Kau mengingatkan ku..
Pada sosok tua yang slalu menemaniku...
Saat kau turun ia slalu bernyanyi untuk ku  .
Dan untuk mu...

Tik...  Tik...  Tik...
Tetaplah hadir untuk kami...
Tuk kehidupan kami...
Kesejahteraan  kami...
Tawa riang putra putri kami...

 

Hujan di kota bogor ini yang menjadi saksi
Bagaimana kita bertemu dan di persatukan
Di ikat dalam janji suci pernikahan
Karena saat hujan kita di pertemukan

 

Denada Octavia
Hujan
Kamu tahu mengapa?
Hujan
Kamu adalah hal yang paling terindah bagiku
Hujan
Tetaplah menemaniku setiap harinya
Hujan
Tetaplah bermain bersamaku
Hujan
Tetaplah membuat hidupku berwarna
Hujan
Tetaplah membuatku bahagia, kala ada seseorang yang menyakitiku
Hujan
Kamulah rasa bahagiaku

"karena kala hujan turun,dengan suara nya yang khas itu membuat aku ingin terus-menerus mendengarnya. begitu indah kala hujan turun,begitu menenangkan hati kala hujan turun, walaupun suara gemuruh yang terkadang membuat hati bergemuruh kembali.tapi percayalah bermain bersama hujan sangatlah menyenangkan,berlarian ditengahnya rintik-rintik hujan"

 

Apa selalu kau artikan sendu rintik-rintik yang ramai bersahutan,,
lihatlah mereka ramai-ramai menjadikan suasana bernuansa tenang ,,
cobalah berlari di bawahnya kurasa kau akan tahu jawabannya,,
Hujan,,
Jangan buat rindu larut-larut yah,,

 

Hujan datang, sirami raut wajahku dari mimpi-mimpiku,
Sadarkanku bahwa siang beranjak pergi.
Hujan datang, tawarkan selimut hati,
Mengekang raga, menahan langkahku.

Hujan, janganlah kau pergi,
Aku masih rindu alunan nada-nadamu.
Hujan, tetaplah kau disitu,
Aku masih belum siap melihat dunia.

Hujan, bergermurulah,
Hingga tiada deru  nafas tiada arti.
Hujan, menangislah keras
Hingga, tiada hatiku bersedih.

Ini adalah keindahan, tapi juga tangisan.
Selaksa berjalan di lorong hitam tanpa harapan.
Ini adalah senjaku, hujanku dan duniaku.
Temaram senja yang selalu ku nanti.

 

Hujan temani malamku yg sunyi
Langit tanpa bintang dia bersembunyi
Dengan halilintar yg bersenandung
Dan tak tahan isak tangis bersama hujan yg membendung.

 


Senja tiba dan besok mulai masuk bulan Oktober
Kamu tahu bulan Oktober? Ya. Hujan mulai sering menyapa
Tapi aku masih menunggu kamu menyapaku
Kamu sadar betapa aku merindumu?
Bertemu saja sulit apalagi berbicara
Ah sudahlah. Ku ikhlas dengan rindu ini
Untungnya rinduku pergi dengan aliran air hujan yang turun di sini
Di Bogor
Kota di mana kamu dan aku berencana apapun tentang anak kita
Untung masih ada hujan
Setidaknya kamu akan pulang dengan keadaan basah kuyup meski bukan merindukanku

 

Perggantian cuaca ditandai berubahnya awan yg menjadi kelabu
Desar desir angin mengiringi
Dedaunan runtuh dan debu bertebrangan
Rintik demi rintik pun jatuh dan membasahi kota ini yg kering
Semakin cepat orang orang berjalan karna takut akan basah
Dan tidak sedikit yg mengeluh
Terkadang mereka yg mengeluh akan turunnya hujan
Tidak berfikir akan senangnya bumi ini terkena hujan
Karna begitu tenangnya tanah tanah yg terkena hujan yg biasanya di sinari mentari
Betapa tenangnya tanah yg sudah di lama tak tersiram air
 banyak yg mengeluh
Hujan itu adalah berkah dari Nya
Yg tak ternilai
Diturunkannya hujan untuk penyegaran dimuka bumi
Demi kelangsungan hidup semua makluk hidup
Betapa bahagianya tumbuh tumbuhan dan hewan yang mendapatkan air
Yg lama tak mereka dapati
Karna itu bersyukurlah karna hujan dapat mensejahterakan seluruh makluk hidup

 

Dia sama rasa
Meski rintiknya jatuh di tempat yang berbeda
Dia sama rasa
Meski dinginnya menyeruak ke dalam tubuh mungil kita

Gemericiknya menari mengikuti gerakan kaki
Derasnya mengalir membaur saat kita saling terpaut

Ini tentang hujan
Ritme indah dentuman air yang kita rasakan
Ini tentang hujan
Menjadi saksi kebersamaan yang tak dapat terelakkan

Kini ku tatap sendu wajahmu yang sebentar lagi akan menghilang
Lenyap bersama sisa tetes hujan
Sederet kisah penuh makna
Terbesit asa yang luar biasa
Kita yang selalu bersama

Karena sebenarnya
Hujan ini tentang kita berdua
 
 


 

Awan mendung
Petir menyambar
Hujan deras menimpa bumi
Semakin lama.... Semakin deras....
Deras.... Dan terus datang
Membasahi seluruh permukaan bumi

Terdengar rintik-rintik hujan dan langkah-langkah cepat
Seolah-olah waktu berjalan dengan cepat
Membuat cukup banyak keributan di awal tibanya hujan

Semakin lama... Semakin sunyi...
Sunyi... dan hanya terdengar rintik-rintik hujan yang menyanyi
Membuat suatu irama tersendiri
Yang mengiringi indahnya kedamaian diluar sana
Membuat kehangatan tersendiri didalam sini

 

bagi aku hujan itu bukan rintangan
bagi aku hujan itu bukan alasan untuk tidak pulang
bagi aku hujan itu adalah rasa rindu
ketika aku bertemu dengan hujan yang aku rasakan adalah kehangatan
rasa rindu ini tidak tertahan disaat hujan turun
rasa rindu ini tak pernah aku dapatkan jika aku berada di kota hujan
aku jauh dari kota hujan
karena itulah aku rindu dengan mu hujan.

 

Resah hati ingin ku ungkapkan
Di kala hujan datang bergerombolan
Menjadi sanksi apa yang ku utarakan
Tentang rasa yang enggan ku sampaikan

Dingin malam mulai terasa
Menembus tulang, menusuk dada
Sejuta cinta ingin kucurahkan
Namun juga tak tercurah

Dalam hujan ingin ku katakan
Begitu besar cinta yang ku rasa
Hingga tak kuasa aku menahan
Perasaan yang ingin diungkap

Kupandang guyuran hujan
Kubayangkan bisa bersamamu dalam setiap guyuran
Dingin yang kita rasa
Biarkan kekuatan cinta yang menguatkan

Tiap tetesan hujan ku ingat bayangmu
Bayangan saat melihat senyummu
Senyum yang selalu menghantui
Bak rembulan setiap malam menemani

Kini semua hanya angan
Angan yang tak pernah tersampaikan
Awan kepada setiap rintikan hujan
Cahaya lilin yang menghasilkan sebuah bayangan

Sungguh...
Hatiku hanya terpaut padamu
Semoga kau juga terpaut padaku
Hingga kita memiliki simbol daun waru

 

Ada saatnya iklim
kerinduan berakhir
Menjadi musim yang labil
Kesana dan kesana lalu kemari
Mengguyur setiap bagian tubuh.
kadang salju, penghujan, kemarau, dan musim lain
yang hanya ada di dunia ini, hatiku. Kala merasakan
musim itu,
musim yang menyirnakan sebagian besar iklim kerinduan, hujan,
Yang aromanya membangkitkan kenangan

Halo September, berhasil membuat aku jatuh lagi di hatinya,
hati yang kemarin membuatku berusaha melupakannya.

Terima kasih karena aku lupa rinduku lalu Pluviophile.

 

Pada rintik hujan yang masih terus saja menari.
Kumaki lara hatiku yang ternyata tak begitu berarti.
Yang masih saja menunggu reda pada hujan patah hati.
Untuk cinta yang telah lama pergi berlari.

Kuraih sekotak kue yang siang tadi kubeli.
Kuulurkan pada anak kecil yang masih menemani.
Senyumnya mencuat dan kemudian dia berlari.
Menerobos hujan di bulan januari.

Aku masih menunggu hujan reda disini.
Tapi tanpa lagi rasa patah hati yang menemani.
Kuhaturkan syukur untuk hujan yang menari.
Di bulan Januari.


 

Dari awan air turun
itu hujan anugrah Tuhan

Hujan...menyejukkan bumi
Membersihkan udara kita
Membasahi tanah dan tanaman

Sambutlah dengan senyuman sepenuh hati
Karna akan datang warna warni pelangi
Dalam bias cahya mentari

Sambutlah dengan gembira hati
Karna hujan mendatangkan rezeki

Ya, dia air!

selalu memberi pelangi setelahnya

memberi sepercik kenangan didalamnya

dan terkadang ia egois

namun, ia istimewa

Ya, dia air!

membuatku selalu merindu

merindu angin yang menghembusnya

merindu ku dengannya

aaah, rasanya kuingin berlari

berlari menghampirinya

bercengkrama dengannya

untuk menghilangkan rasa rinduku padanya

hujan .... dia air!

 

Langit yang mengisyaratkan rindu
Kemana kekasih yg tak kunjung jua
Saat diri penuh kelu
Ia dtng dengan rasa

Aku tahu kau rasa jua
Rasa yg tersirat
Harum mu bau basa
Memenuhi ruang  yang tak terlihat

Ooh.. Sungguh aku merindu
Atas kuasa sang khaliq dia ada
Jauh sblm aku menemukanmu
Cinta yg hadir atas kuasa -Nya

Tawa dan duka menyelimuti relung hati
Keindahan irama yang terangkai
Membuatku ingin berlari..
Menciptakan irama  tersembunyi

Lihat!.. Ada warna lain saat kau pergi
Hujan.. Lenakanlah aku dlm buaian pelangimu
Karna aku adalah, ... Hujan yang merindu.

 

Dengarlah! langit kembali berduka.
Senyum indah cakrawalapun menghilang sempurna.
Ada yang gembira  ada pula yang kecewa.
Hujan terkadang memang bencana tapi terkadang pula ia membawa bahagia.
Apakah kau tau tentang mereka ?
Yang selalu mengharap kedatangannya.
Ayolah, terlalu egois untukmu menjauh dari petir tapi tetap ingin mendekati pelangi.

 


Suara gemuruh di atas langit Bogor masih terdengar...rinai hujannya masih lebat...
Aku masih berdiri di salah satu pilar ini...angin dan tirisan hujan lembut membasahi ...entah kenapa,aku sukaa sekali...
Di sebrang pilar ini..di antara angkot yang berhenti  tangan tangan kecil erat memegang payung ojekan...kaki kecilnya lincah berlari..rautnya sumringah ketika payungnya  di jemput tangan lain yang akan memberinya beberapa uang receh ...
Hujan....tak habis kata membeberkan sebanyak banyak berkah yang kau berikan...
Aku lahir dan besar disini...di kota yang tak pernah terpisahkan dari kata hujan...bahkan bau tanah basahnya aku suka sekali...
Allahhumma shoiban nafiaan...
Yaa RABB...TERIMAKASIH...

 

Rintik hujan membasahi bumi ini sejak pagi hari
Banyak cerita manis di balik kata hujan
Udara pun begitu dingin ketika hujan turun..
Wahai hujan kaulah sumber kebahagiaan dalam cuaca kemarau yg begitu terik..

 

Aku masih membayangkan
Saat dalam pangkuanmu
Teringat akan canda dan tawa bersamamu

Namun kini,
Entah apakah ini kegelisahan
Ataukah rindu yang membuat lara
Sekian lama berada jauh darimu
Dan Aku hanya menunggu pulang tanpa kepastian

Dibalik hujan tangisku jatuh
Seakan hujan ingin menutupi kesedihanku
Dari rindu untukmu yang menyiksa
Dari kegelisahan untukmu yang membelengu

Ibu karena kesepianku tanpamu
Hujan menjadi teman
Teman dikala hati tak tahu pada siapa ingin mengadu
Dan hujanlah yang menjadi teman
Untuk aku curahkan isi hatiku

Hujan menjadi teman
Dengan rintikannya menenangkanku
Seakan ia ikut merasakan sedihku

Ungkapanku dalam hujan
Ibu aku rindu
Aku ingkan engkau kembali
Pulanglah ibu
Aku merindukanmu

Dan Mentari kembali bersinar
Hujan pun pergi
Membawa cerita sedihku

 

Rintikan hujan yang mulai berjatuhan di luar jendelaku
Bak dentingan gelas-gelas kaca yang sengaja disimponikan
Membawa jauh lamunanku malam ini

Serupa kosong
Namun bukan hampa
Semacam sunyi
Namun bukan sepi

Dalam suasana hujan ini
Kulihat tetes air bagaikan butir jagung yang memberiku kesan manis

Hujan membuat segalanya indah dalam keheningan dan rintik-rintik kecilnya.

 

Awan biru berubah menjadi hitam pekat
Dunia yang tadinya cerah berubah menjadi berkabung
Seakan semua orang tau bahwa langit sedang memberikan isyarat
Isyarat akan turunnya air mata dari langit yang akan membuat semua orang berlindung di bawah bangunan gedung-gedung
Hujan
Kehadiranmu silih berganti tanpa seorangpun mengetahui
Kehadiranmu dengan pasti
Hujan
Banyak orang yang senang melihatmu
Banyak orang yang sedih ketika mengetahui keberadaanmu
Tapi tidak aku.......
Hujan
Kau membuatku mengingat kenangan indahku
Disaat itu aku selalu menari-nari, berlari-lari, tertawa-geli, teriak-meneriaki bersama sahabatku
Dibawah derasnya airmu
Hujan
Aku berharap kehadiranmu membawa rezeki yang tiada henti
Bukan musibah atau bencana yang merusak alam ini
Sehingga semua orang tau, kau adalah rahmat kecil yang dikirim oleh tuhan untuk patut kita syukuri

 

walau nan dingin.
akan ku rasakan.
makna kau membasahi bumi ini.
Lagi dan terus Engkau menganugrahi kami  Ya Rabbi pendosa ini.
Walaupun dingin ku harapkan penuh makna Mu  itu. 
Ku panjat kan do'a semoga takkan ku sia - sia kan memaknai maksud mekarnya bunga dan hidup makhluk.
Semoga keberkahan do'a Rasul pada hujan ini.
hujan kau seakan tanda rahimNya sebab terhapus jejak pendosa seperti  kami ini. 
bumi dan langit ialah sahabat KuasaNya yang telah Maha Menjaga kami insan pendosa dari tandus, kering, panas nya bumi yang kami tapaki karena khilaf dan khilaf.
Hujan kau pertanda dan kenangan yang Dia buat dari ber mil mil jaraknya.
namun tak mengurangi apapun dan tak hilang arah .
aku akan bersyukur  akan jujur meresapinya ,memaknainya dan mengenangnya.
Betapa dingin mu  tercipta untuk merasuk dan sejukkan hati .

 

Terdengar suara lembut di telingaku,
Seperti suara rindu yang mencoba mengusik hati,
Saat ku buka mata dan kurasakan,
Jatuhan air pun mulai turun dari langit,
Oh.. hujan,
bagiku kau bukan sekedar menjatuhkan air mu,
bukan pula sekedar membawa angin sejuk untuk dedaunan,
Tapi bagiku,kau adalah kenangan..
Bagiku,kau adalah kebahagiaan..
Dan bagiku,kau adalah kerinduan...
Yang selalu ku tunggu seperti kekasih hati.
Pagi ini air mata langit turun membasahi bumi
Teringat kenangan masa lalu yang indah
Disuatu senja mendung tiba-tiba menghampiri
Aku berdiri diambang pintu sambil melihat disekitar
Menunggu sesosok anak kecil yang entah masih dimana
Detik demi detik berlalu tetap tak kudapati dirimu sampai akhirnya hujan'pun mulai membasahi dedaunan dan tanah dipekarangan
Tak lama kulihat tubuh tinggi kecil berlari-lari menghampiri
Dengan senym kecil pertanda maaf
Aku terdiam menatap tak berkedip walau dalam hati penuh kelegaan
Sejenak ku abaikan dirimu atas keterlambatan yang seringkali berulang
Lalu dia pun menghampiri dengan jari kelingking'nya
Kusambut dengan senyum dan rangkulan hangat yang tentu bisa menentramkan hatinya lalu kitapun kembali dengan canda tawa serta cerita -cerita yang kita lalui bersama hujan.

 

Aroma tanah basah menyapaku
Cahaya jingga mengintip malu-malu
Masih terlihat bulir embun
Sisa hujan malam itu

Awan berarak di ujung senja
Kian lama kian pekat
Tak beranjak ku dari lamunan,
Hingga gemuruh hadir membawa tetes air penuh berkah

Bersamanya, harap bisa bertemu jawab
Bersamanya, duka tak lagi mengusik
Bersamanya, para pendoa bergegas mengetuk pintu langit
Tenggelam dalam khidmatnya dialog dengan Sang Pencipta

 

Aku mengenalMu lewat hujan
Aku pun mencari tau tentangMu lewat hujan
Lalu aku mencintaiMu pun lewat hujan
Bagaimana bisa lewat hujan?
Yang aku tahu dengan hujan, aku rasakan kehadiranMu
Yang aku tahu dengan hujan, aku bisa merasakan sentuhanMu
Bagaimana mungkin air dengan beribu riak bisa turun tanpa ada penyebabnya??
Ternyata penyebabnya adalah kuasaMu
Engkau turunkan hujan untuk melebur airmata yang sedang terjatuh
Engkau turunkan hujan untuk memberikan ruang pada diri yang memahami penciptaan haqiqi
Sekali lagi, lewat hujan aku merasakan hadirMu, begitu dekat, begitu erat
Duhai Allah, hujanMu mengisi kosongnya jiwaku, menabur laraku, dan meleburkan kesedihanku..
 
 
 

 

Semilir angin dengan hangat memenuhi raga ini
Angin yang selalu mengintip dari sela jendela, padahal sudah kututup rapat
Kutahu itu kau, angin yang selalu membawa luka
Tapi jendela mengerti,  kenyataan bahwa aku selalu menunggumu datang

Langit yang cerah bahkan tak peduli dengan keberadaanmu
Padahal tanah tahu kau akan mempengaruhi bentuknya
Angin yang kupercayai adalah angin rindu
Akan membawa wujudmu walau selalu pilu

Iya,  kau akan datang
Kau yang selalu beriringan dengan angin
Iya kau,  yang selalu membawa petir
Kau,  yang selalu dirindukan sepi
Kaulah tempatku melupakan sedih

Kaulah hujanku!
Hujanku ~
Tempatku meleburkan asa karena dunia yang selalu terasa fana..

 

Langit yang semula terang kini berubah warna menjadi kelabu
Layaknya kehidupan yang tak melulu mengacu pada suatu kondisi
Angin yang semula hanya berbisik pada dedaunan
Kini berhembus kencang menghempas pepohonan hingga tumbang
Layaknya manusia yang terkadang terlukis baik di awal namun hancur di perjalanan waktu
Wangi khas air menyentuh tanah yang tak berwujud hadir mengisi ruang udara yang kosong
Layaknya kasih sayang dan ketulusan yang kasat mata namun terasa mengisi ruang kehidupan
Hujan selalu hadir dengan membawa pesan semesta
Sebuah pesan akan arti kehidupan
Hujan mengajariku ketegaran
Walau terjatuh dan tak ada yang menadahnya ia tetap hadir menyapa bumi
Hujan mengajariku kesabaran
Walau ada banyak yang tak mengaharapkan kehadirannya ia tetap hadir menyapa bumi
Hujan mengajariku keikhlasan
Walau banyak yang mencaci namun ia  tetap hadir menyapa bumi
Hujan selalu hadir menyapa bumi
Tak peduli apakah bumi membutuhkannya atau tidak
Namun satu hal yang hujan pegang teguh bahwa ia selalu ada untuk sosok yang membutuhkannya

 

Hujan
Engkau adalah anugerah sang maha pencipta untuk alam semesta
Engkau memberikan keberkahan di setiap tetesan air yang turun ke bumi
Sungguh aku jatuh cinta padamu...
Andai aku bisa menjadi sepertimu
Hujan....
Kau selalu dinanti dan diharapkan dalam setiap doa
Membawa berjuta kebahagiaan dan warna dalam kehidupan setiap insan
Hujan...
Tetaplah seperti ini
Tetaplah menjadi anugerah terindah untuk bumi tercinta
Tetaplah menjadi keberkahan untuk kehidupan setiap insan
Hujan...
Inspirasi dari setiap makna kehidupan...
Seperti hujan yg airnya memberi kehidupan setiap mahluk yg bernyawa di bumi ini.
Seperti itu lah kau memberi kehidupan untuk ku dgn cintamu.
Setulus air hujan yg tak pernah kembali ke langit.
Sebanyak yg telah hujan tumbuhkan jutaan mahluk dari padanya,
sebanyak itu lah kasih yg telah kau semaikan di hati ku.
Dan segigit potongan raincake,
penyempurna manisnya rasa cinta mu pada ku.

 


Hujan, dibawah atap putih ini aku mengadu.

Ketika awan mulai menggelap bagai debu, disitu ku dengar suara gemuruh.

Suara gemuruh yang indah bagai kepingan kaca yang di perpadukan.

Orang-orang pun mulai bergumam soal kehadiranmu, melihat arloji yang melingkar ditangan dan berlari-lari seakan tidak mau kau datang.

Tak lama, ujung sepatuku mulai basah terkena tetesmu yang mulai lama mulai deras. Aku tersenyum, menyambut datangmu dengan penuh rasa syukur.

Orang-orang itu bergumam lagi, kini lebih keras dari derasmu, melantunkan kata-kata kasar mengenai dirimu.

Apa kamu bersedih?

Jika kamu bersedih, menangislah dengan keras menemani diriku disini yang sedang termangu dalam sepi.

Hujan... Betapa bencinya orang-orang itu padamu, yaallah bantu aku untuk menyadarkan mereka, bahwa hujan yang turun adalah suatu keberkahan yang tiada tara.

Jangan kau tutup sebelah matamu wahai saudaraku, lihat hujan ini, akan indah jika ditatap dengan kedua bola mata, dan akan membuat rindu jika di rasa pakai hati.

Wahai saudaraku, lihatlah hujannya telah berhenti, dan lihatlah ke atas awan, dia memancarkan senyumnya lewat warna-warna indah yang disebut pelangi.

Bersyukurlah jika ia datang, maka ia pun tersenyum lewat caranya.

Hai hujan... Kali ini cukup sekian pengaduanku tentang dirimu.

 

Kawanku hilang
Kawan sejatiku kini datang
Kawanku hilang
Aku mencari penggantinya
Kawan sejati yang tak pernah pergi
Kucari dia di sepertiga malam
Kala lainnya berselimut kesunyian Kawanku malam
Yang tak pernah bosan menantiku berkawan
Yang tak pernah jenuh mendengar setiap ungkapan

Dear hujan
Kawanku hilang
Kucari lagi dirinya meski dia mulai menjauh
Kawanku hilang berganti
Aku temui dia di dinginnya fajar
Kala lainnya masih terlelap di keletihan
Terpikat belenggu keengganan

Dear hujan
Kawanku hilang
Aku sedih teramat dalam
Aku bertemu kawan lain
Diantara sinar pagi yang menyembul
Dia menyapaku hangat
Mengajak setiap tulang rusukku bersedekah ikhlas tanpa perlu aku kehilangan

Dear hujan
Kawanku hilang
Kawan sejatiku kini datang
Bisikkan padanya
Aku tak mau lagi kehilangan
Biarkan dia tetap hadir di hatiku
Seperti sejuknya dirimu
Saat menyentuh tanah tandus gersang
Biarkan saja dia seperti dirimu
Ada penuh kebaikan
Di setiap tetesan airmu

 

Turunnya hujan..
datang memberi sejuk,
Yg selalu mendamaikan jiwa yang letih..
turun bersama teman sejenisnya
 menyentak pikiran yg jenuh..
jatuh diselingi cahaya petir,
Yg menyilaukan pandangan mata..

sejenak beri terang dalam gelapnya hati..

Bahagianya hujan..
Membasuh kalbu yang kering,
ajaibnya hujan.,
memukau pandanganku..
sebab ia hadir sebagai titik titik air cinta kasih YANG KUASA
menyirami dunia yang selalu haus akan karuniaNYA..

 

Tumpahkanlah hujan kepada kami dan janganlah engkau jadikan kami termasuk orang orang yang berputus asa

Curahkanlah hujan itu di atas tumpukan tumpukan tanah dan bukit bukit

Jadikanlah hujan ini sebagai siraman rahmat dan janganlah tuhan jadikan hujan ini sebagai siraman siksa

Siramilah kami dengan hujan yang menyelamatkan menikmatkan menyenangkan dan menyuburkan mengalirkan nya ya tuhan

 

Ketika pertama kali ku buka kedua mata..
Dengan suara tangis yang sangat kencang..
Ku terima pelukan hangat penuh dengan kasih sayang...
Tak ku sangka, aku telah terlahir di dunia ini..
Dan Bogor menjadi saksinya..

Kini..  Aku tlah beranjak dewasa
Langkah demi langkah telah aku lewati
Hingga akhirnya...
Aku jarak memisahkan ku dengan kotaku ini

Ya... Aku rindu bogor, aku rindu hujan
Kota yang sangat indah
Dan hujanlah yang menjadi penghias keindahannya
Tetes demi tetes yang berjatuhan
Menjadi alunan nada-nada yang sangat indah dan merdu
Udara yang sejuk menjadi pelengkapnya

Tak lupa ku ucap syukur atas ke indahanmu ini Tuhan
Sungguh, ku rindu bogor, ku rindu hujan

 

Gerimis Kecil Merindu Suara Tik-Tik air kini mulai terdengar Menginjak daratan dan pudar entah kemana
Bagai mutiara bening yang menggelinding
Dalam Keheningan Hujan ini terasa begitu senyap sang Mentari tak menampakkan tubuhnya
Langit-Langit terlihat begitu menghitam
Langit Keluarkan Airnya beningnya dalam suasana Dingin
Air itu menetes begitu jauh
Aku Menggigil Dingin Namun tak ingin aku beranjak Menikmati Hujan
Hujan ini Telah Memberi Suasana yang Berbeda Air Penyejuk dalam Kehangatan
Seperti Layaknya Cinta yang hanya terlihat oleh Bahasa Tubuh Perhatian, Penantian, Tatapan Senyuman, dan Belaian..
Hujan Seperti Cinta
Kadang Datang, Kadang Pergi, Kadang Tenang, Kadang Gaduh, Kadang Sejuk atau disertai Sang Badai
Namun pada akhirnya akan Berwarna dan Cerah Kembali
Hujan ini jatuh karna Sang Illahi
Memancarkan kasihnya pada Manusia
Air dalam Hujan
Anugrahnya begitu Besar

 

Awan hitam berarakan
Tiupan angin
Tetes-tetes butiran hujan
Setiap tetesnya ada berjuta cerita

Di balik jas putih
Ada senyuman tulus
Sejenak ku nikmati setiap ukirannya

Cinta yang ku mulai dari hujan
Terjebak dalam sebuah ruang
Detak jantung, deru nafas
Berkolaborasi dengan gemuruh hujan
Menciptakan melodi rasa

Rasa yang tak pernah sampai
Namun. . .
Ku titipkan lewat hujan
Dan ku bisikan pada angin

 


Ini adalah berkah...
Berkah tiada tara...
Ini adalah indah...
Telah sekian lama tiada...

Hujan...  Mereka bilang langit menangis...
Aku rasa ini anugrah...
Membasahi tiap² yang di lewati...
Menyuburkan yg gersang...
Menyenangkan hati yang kelam...

Hujan...  Titip rindu pada pendampingku...
Beri ia rasa nyaman saat kau datang...
Mencairkan penat yg ia rasa...
Menygarkan segala dilema...

Hujan...
Beri riang putri kecilku...
Tawa canda atas hadirmu...
Di bawah rintikmu..
Yang tak kan ia lupakan saat bersamamu...

Hujan...  Titip rindu pada pencipta...
Terimakasih tlah menghadirkan kau.
Mendamaikan...

Hujan... Jangan lg kau tiada...
Padi lesu tak berisi...
Bumi kering tak berair...
Terik mentari membunuh kami...
Perlahan...

Hujan...  Damaikan kami...
Dengan kehendak yang MAHA SEGALANYA...

 

Untukmu air mata langitku
Ku tulis puisi ini
Di malam malamku yg dingin
Bagai goresan getar hati
Dlm rindu yg tertahan

Untukmu sang penyejuk bumi
Aku disini sllu menantimu
Menanti dlm taat
Akan datang kerisauanku
Bila engkau tak kunjung hadir
Bagai cinta
Yg tak akan sempurna
Bila engkau
Tak kunjung jua

Tuhan terima kasih
Engkau telah mengundang hujan
Dalam kerinduanku

Hujan terima kasih
Engkau telah memberikan warna pelangi
D hari dan hidupku

Tanpamu aku akan merasakan lelah
Pohon pohon yg kekeringan
Binatang binatang yg kehausan
Tanah dan kakikupun mulai retak dan pecah
Cinta dan rinduku menyatu bersama senyum d wajahku
Dan hari yg teduh karenamu

 

tetes demi tetes air
jatuh membasahi bumi
jatuh membasahi hati ini
kesepian semakin terasa disini.

mengingat jarak yang jauh
antara kau dan aku
hujan ini turun
menemani sepiku.

tak kan membuatku resah
tak kan membuatku gelisah.
karena ku yakin, hujan
tak akan selamanya.

ku percaya dibalik hujan ini
Tuhan mempersiapkan sang surya
untuk menghapus rasa sepi
juga rasa resah & gelisah dalam jiwa

Rain will never make me sad and will never make me fall

 

Hujan adalah pemberian rohmat Dan nikmat Yang diturunkan oleh sang kuasa...

 Hujan datang menghampiri serta membasahi semua mahluk hidup baik tumbuhan atau pun hewani di muka bumi ini...

Hujan membuatku belajar bersyukur..
Karna hujan dapat menyejukkan hati, suasana dan tidur...

Hujan pun membuatku belajar apa arti makna hujan tersebut...

Kini ku mnegetahui apa makna hujan tersebut...

Makna hujan adalah...

Ketika Hujan menghampiri berbagai kota..
bahkan di seluruh dunia ini ia tak mengenal hari..
waktu..
dan kapan ia akan datang dan menghampirinya...

Hujan sama halnya seperti ajal..
ia tak mengenal waktu..
hari..
dan kapan ia akan datang dan menghampirinya..

Setelah ku tahu makna hujan adalah ia seperti di ibaratkan ajal...

aku berusaha membenahi diri untuk siap dan menghampiri ajal seperti hujan

 

Hati kering bagai sehelai daun yang berguguran.
Jatuh kepermukaan tanah, berpecah belah bagai kaca..
Seketika hujan hadir berderai, membasahi setiap helai dedaunan .
Seakan memberi sebuah nyawa kehidupan, meski daun tahu tak akan kembali pada pohon yang telah menjatuhkannya bersama terik matahari..

 

di senja itu
dalam gerimis yang dalam
aku gagal bersembunyi

sepata jawabmu
senyuman itu
senyum yang membentak

hujan pun berkata
aku rindu
menemanimu

 

Lilte Ipeh
Bundakailbani
Bismillah.Alhamdulillah ya Allah...Engkau Membuat Hujan
Sesuatu yg membuat Nyaman Tenang Damai
Hujan adalah Anugerah
Hujan adalah Berkah Hujan adalah Doa
Hujan adalah Obat
Dengan hujan Engaku membuat sebuah Misteri untuk seluruh manusia d alam semesta.
Dengan hujan aku ajarkan anak anak arti Kebesaran CiptaanMu
Nak,tadahkan Tangan mu, basuhlah wajahmu berdoalah.
Bersihkan Hati mu
Ikhlaskan hatimu
Bersyukur selalu.
Berusaha lah tanpa mengenal lelah seperti Hujan. Yg selalu menyejukkan Semua Alam beserta isinya...Allahumma soyiban Nafia'an.Amin

 

Hujan..Begitulah Rasul memaknai

Menetes bersama, bagai kumpulan kata
Merangkai suara merdu, menjadi pertanda
Bahwa Allah tak pernah putus karunia-Nya

Tak jarang manusia mengutuk
Lupa sesaat dengan Doa
Padahal itulah saat mustajabnya setiap Doa

Menjadi obat bagi tanah di bumi ini
Menjadi metode kesuburan bagi sang Nabi
Namun kita jauh memaknai
Bahwa hujan sejatinya keberkahan Allah turun ke bumi

Semoga kita lebih mengerti memaknai hujan lewat sunnah Nabi

 

Hujan Anak Rantau

Desir angin pinggiran pantai.
Menutup kelopak mata sambil bertanya...
Apakabar ibu dirumah....

Tetes demi tetes ia turun...
Menyejukan hati yang terbakar rindu sang ibu...

Barisan air langit yang berseru.
Menutup air mata di wajah haru....
Kala anakmu ingin bertemu
Menahan rindu setinggi awan yang kelabu...

Biarlah kuselipkan doa di sela derainya...
Karena ku percaya Hujanmu membawa berkah..

 

"Hujan"

Terasa sunyi dikala surya telah menyinari pagi
Saat dimana semua pergi
Dengan segala kesibukan yang tak pernah henti

Keindahan cakrawala alam tak ada hentinya membuatku untuk selalu bersyukur
Ku pejamkan sejenak mata ini untuk mengingatmu
Di setiap tetesan air Hujan saat matahari mulai terbenam

Deras nya air tak membuatku pilu akan masalalu ku
Karena cinta yang telah pergi tak akan mungkin bisa kembali

Namun saat ini aku berdiri hanya untuk mengagumi ciptaanmu
Meratapi setiap anugerah yang kau berikan
Denganmu aku bisa merasakan
Bahwa nilai kehangatan yang sesungguhnya
Adalah mensyukuri setiap hasil karyamu

 

Hujan Tak Tau Kapan Datang
Membasahi Sebuah Kota
Dinginya Sungguh Kurasa
Namun Kehangatanya Ku Dapat

Tersimpan Kecil Cerita
Di Sebuah Kota Hujan
Setiap Detik Tetesnya Bermakna
Terima Kasih Ku Ucapkan Kepada Sang Pencipta

 

Pandanglah langit nan elok
Saat Sinar surya tak lagi terik
Dan kala itu angin dingin mulai menyusup
Mengundang awan mendung tuk nampakkan diri

Bila sudah cumulonimbus tampakkan wujudnya
Ia turunkan keberkahan yang luar biasa
Ku sebut itu hujan
Ku sebut itu keberkahan

Saat hujan turun bukanlah petaka
Saat hujan membasahi bukanlah masalah
Karna hujan membawa kabar bahagia
Bagi bunga dan pepohonan yang kehausan

Jangan biarkan hujan larutkan kesedihannmu
Jangan biarkan hujan basahi hampa hatimu
Tapi biarkanlah hujan mengalirkan kebahagiaan
Dan membawa sejuta asa dan harapan

 

Dosa & doa kala hujan

Bayangan itu datang kembali.
Menghantui diriku dikala Sepi.
Saat tetesan air mulai itu menghujani.
Pipi ini hingga menyentuh hati.

Aku jadi teringat kembali.
Akan hal buruk yang dulu pernah kujalani.
Terlalu mencintai ciptaan-Mu.
Hingga jauh dari Engkau sang maha pencipta.

Telah ku sesali kini.
Tak ada  yang berhak  paling utama kucintai.
Selain Engkau sang pemberi cinta.

Semoga Engkau senantiasa melindungi.
Diriku ini untuk terus berdiri.
Dijalan lurus yang semoga engkau ridoi.
Untuk hamba menjadi muslimah yang sejati.

 

Terpaku aku pada satu suara yang indah
Terdiamku pada kesejukan yang di tawarkannya
Terhanyut pula aku pada serpihan serpihan air kehidupan yang di berikan olehnya

Aku terus menatap pada dirinya seraya aku bekata " wahai hujan seandainya kau bsisa berbicara dan berbincang denganku
Aku ingin kau menyanyikan sebuah lagu suci tentang kehidupan untukku
Wahai hujan aku ingin kau percikan padaku air surgamu
Wahai hujan aku ingin kau basuhlah airmataku dengan pelangi kehidupanmu
Dan wahai hujan aku ingin kau peluk aku dengan selubung kabut tebalmu

Hingga aku bisa merasakan satu kehangatan jiwa
Lenyapkanlah kekosongan pada diriku
Sucikanlah semua pikiran dan imajinasiku dengan suara syahdu rintikan air hujanmu

 

pagi ini mendung datang mengusir sinar yang lari
memapah gemintang,
menuntun rembulan yang meronta dini hari
sembunyilah! Sembunyi!
sampai kau tak sadarkan diri
badai pagi ini memecah awan
merobek hujan dalam ingatan
masihkah kau simpan?
boneka ungu yang bertuliskan i miss you
masihkah kau selipkan?
sehelai kertas berpola awan yang bertuliskan kenangan
di sana, kita melepaskan badai rindu
saling menyusupkan jemari sembari berucap janji
menciptakan kenangan di bawah rerintik hujan
kau dan aku saling menyuguhkan hangat dalam setiap ucap
andai kumampu ulang semua
menciptakan kembali kenangan  yang telah usang
kini kau berlari bersama badai,
bersama hujan dan kenangan yang telah usai

 

Hujan ...
Seelok bumi biru dunia
Secercah harapan yang indah
Semanis kasih yang mendalam
Seuntai benang yang putih

Hujanku,,,
Rintik-rintikmu bagaikan semangat
Dan tak habis dimakan waktu
Kilatmu yang bercahaya
Membangkitkan diri bersuara
Udara sejukmu tercipta dari Ilahi

Oh Hujan
Kala jemari menggenggam erat
Menjiwai dirimu yang amat taat
Derasnya air yang kau tumpahkan
Sebening air yang kau teteskan
Tak dosa , bagimu ..

Hujan ....
Tuhan saya padamu
Tuhan cinta denganmu
Tuhan berkasih padamu
Anugerah terindah ,
Kauhlah Hujan ..

 

Butiran2 H20 menetes berjatuhan menyentuh tanah.
Butiran kristal bening menyebar kedaratan bumi. 
Bau tanah tercium khas.
Seperti bau pekat kerinduan.
Hujan... aku tau kau datang bukan tanpa sebab.
Aku tau kau datang karena ada tujuan.
Terkadang kau datang saat waktu yang tepat.
Tapi terkadang kau datang diwaktu yang tidak tepat.
Hujan... datanglah saat ku merindu.
Datanglah saat diriku membutuhkanmu.
Tapi... janganlah kau merasa sedih.
Jika ku tak membutuhkanmu.
Karena...
Bukan berarti diriku tak merindu.
Tapi...
Karena diriku meredam rasa rindu.

 

Hujan ...
Tetes demi tetes air pun turun
Dari langit langit bumi nan indah
Sehingga permukaan bumi pun basah
Pertanda akan adanya rahmat
Pertanda akan adanya kesuburan
Hujan ...
Air itu seakan mengingatkan ku
Kepada nan pencipta alam semesta ini
Agar untuk senatiasa mensyukuri akan hidup ini
Dan agar senantiasa mengingat sang pencipta alam
Yakni Allah Subhanahu Wata'ala
Hujan ......
Dengan adanya kau di bumi ini
Bumi ini pun menjadi subur dan permai
Tanaman , hewan , dan manusia pun hidup nyaman dan damai
Seandai nya kau tidak ada di bumi ini
Apa jadi nya ??
Tanaman , hewan , dan manusia pun pasti akan mati
Karna tidak merasakan dingin dan sejuk nya engkau
Hujan ...
Terima kasih telah memberikan kenikmatan Kepada penghuni bumi
Terima kasih telah memberikan warna warni dunia ini
Kami selaku makhluk bumi
Hanya bisa menjaga dan mensyukuri mu
Genting atap ditingkahi denting hujan
seirama melodi mendayu syahdu...
Adalah senyummu
terlukis jelas dikabut yang mengembun dijendela rumahku....
Rupanya,, waktu masih jua mempermainkan perasaanku
Lewat rintik rintik air yang jatuh, kubisikkan namaMU disitu

tentang hujan adalah cipta rasa yang tak pernah kunjung usai merangkum memoar cintaku padamu...
Cinta Pertama yang kukenal dari raut tegas karisma kasih sayangmu...
Bau tanah basah juga aroma khas teh panas yang selalu menemanimu membimbingku mengenal alif sampai ya dan merangkai tauhid melalui asmaNYA

Hujan disenja hari selalu terasa begitu indah pun pilu dan magis...
Seperti kala itu kulepas pelukanmu saat hujan dipenghujung senja sederas hujannya airmataku merindukan dirimu... Ayah..

 

Sajak sajak berupa kata
Tercecer dengan Irama
Hujan turun saat penat melanda
B