Presiden Jokowi Ingin Kebun Raya Bogor Diperbaiki

Presiden Jokowi di Kebun Raya Bogor

Kebun Raya Bogor telah menginjak usia 2 Abad pada tahun 2018 ini. Puluhan ribu jenis tanaman telah tumbuh dan hidup di kebun botani di Kota Bogor yang luasnya Luasnya mencapai 87 hektare ini. Selain menjadi pusat konservasi untuk tumbuhan, keberadaan Kebun Raya Bogor juga berperan dalam mengonservasi sumber daya air yang memberi manfaat bagi masyarakat sekitarnya.

Nah Raincakers, sadar akan arti penting Kebun Raya Bogor, Pemerintah Indonesia pun ingin menata Kebun Raya Bogor menjadi kawasan wisata ilmiah, serta mampu mempercantik diri agar menarik perhatian generasi milenial untuk berkunjung. Lanskap KBR akan ditata ulang agar menjadi menjadi wisata konservasi dengan spot-spot yang instragrammable, sekaligus menjadi kawasan yang berbasis wisata ilmiah.

“Tujuannya agar masyarakat dan generasi muda (milenial) memahami sejarah dan keberhasilan hasil penelitian anak bangsa terhadap beragam tumbuhan tropis yang bisa dikembangkan di Indonesia sejak ratusan tahun lalu, salah satu diantaranya kelapa sawit,” ujar Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Hayati (IPH) Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Prof Dr Enny Sudarmonowati, Minggu (11/3) kemarin.

Sementara itu, Plt Kepala LIPI, Prof Bambang Subiyanto menyatakan bahwa Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, menginginkan Kebun Raya Bogor ditata kembali dengan meningkatkan fasilitasnya sehingga menjadi lebih menarik. LIPI diminta untuk menjadikan Kebun Raya Singapura sebagai pembanding dalam mengembangkan Kebun Raya Bogor agar lebih menarik lagi. Terlebih lagi, sejak Desember 2017 lalu, Presiden Jokowi memilih tinggal dan berkantor di Istana Bogor.

“Pesan resminya Presiden (Bapak Jokowi), Kebun Raya Bogor harus ditingkatkan fasilitas dan perlu penataan kembali “landscape” agar lebih menarik. Presiden ingin KBR diarahkan semenarik mungkin,” jelas Prof Bambang Subiyanto.

Sementara itu, Lembaga LIPI tengah mengusulkan KRB sebagai warisan dunia atau World Heritage Site kepada organisasi pendidikan, kelimuan, dan kebudayaan PPB yaitu UNESCO. Usulan menjadikan KRB sebagai warisan dunia ke Unesco telah dimulai sejak 2010. Namun untuk mendapatkan pengakuan UNESCO tersebut, proses tahapannya tidaklah mudah.

Diawali dengan pengajuan daftar sementara warisan dunia atau tentative list seperti yang diisyaratkan oleh pihak UNESCO sendiri. Untuk menjadikan Kebun Raya Bogor sebagai warisan dunia, juga harus ada dukungan komitmen penuh dari berbagai pihak, seperti Pemerintah Daerah Kota Bogor dan  Istana Kepresidenan Bogor, selaku pemangku kewenangan.

Di Indonesia sendiri, belum ada lembaga konservasi tumbuhan ex-situ yang menjadi warisan dunia. Pengajuan Kebun Raya Bogor sebagai warisan dunia, juga sebagai salah satu upaya dalam menyelamatkan kebun raya dari ancaman. Selain itu, KBR lebih banyak yang dapat ditawarkan dibandingkan dengan Singapore Botanic Garden yang telah lebih dulu mengajukan kepada UNESCO.

“Kebun Raya Bogor akan menjadi yang pertama. Selain itu juga dapat meningkatkan nilai jual KRB dalam hal promosi dan kerja sama serta pendapatkan sebagai ekoturism,” sambung Enny Sudarmonowati, selaku Deputi Ilmu Pengetahuan Hayati.

0

Comments

Leave A Comment

Submit