Read And Join

Our Blog

Bogor rain cake

Event Ramadhan “Masak ala SS”

admin June 21, 2017

Sejak dulu mi glosor menjadi menu favorit warga Bogor di kala berbuka puasa. Ingin mencicipi makanan khas ini, Shireen Sungkar pun belajar membuat mi glosor dengan bahan berbeda. Mi yang identik dengan warna kuning dan bertekstur kenyal ini biasanya terbuat dari adonan tepung sagu atau aci dengan tambahan kunyit. Namun, dibantu Chef Ico dari De Chef Culinary mi glosor ini dibuat dari umbi porang. Sejenis singkong, setelah diolah menjadi mi, namun hanya seratnya saja yang diambil. Alhasil, mi glosor yang satu ini lebih sehat untuk tubuh. Namanya mi Glosor Iles-iles.

Chef Ico menjelaskan, Mi Glosor Iles-iles ini juga cocok bagi mereka yang tengah dalam program diet. Tak lengkap berbuka puasa tanpa mi glosor tapi takut gemuk, cocok dengan menu yang satu ini.  “Modifikasi mi glosor versi sehat. Salah satu takjil khas Bogor, cuman kalau mi yang biasanya kan terbuat dari tepung dan ada kandungan gulanya. Begitu nyampe ke badan jadi gula, nah ini alternatif, meminimalisir datangnya diabetes juga,” kata Chef Ico saat memandu acara Menu Ramadhan Ala SS (Shireen Sungkar) di Taman Kencana, kemarin.

Selain sehat karena menggunakan bahan umbi porang, tambahkan sedikit udang, agar tetap ada protein di dalamnya, pun menambah aroma masakan nantinya. Kian lezat, campurkan dengan bakso juga telur. “Salah satu kekuatan bumbu itu kan untuk obat juga, jadi disini ada bawang putih, juga merah dan warna kuningnya itu dari kunyit, berfungsi sekaligus sebagai antioksidan tinggi. Masakan Bogor kudu pakai kemiri, salah satu ciri khasnya juga,” papar Chef Ico.

Menurutnya, bukan mi glosor namanya jika tidak memiliki sensasi pedas. Berbeda dengan masakan biasanya, menjadi lebih sehat lagi karena tidak menggunakan garam pada umumnya. Melainkan pink garam. “Gurih dan eggak bikin darah tinggi. Karena sudah gurih jadi tidak perlu menggunakan MSG, jadi jauh lebih sehat. Tak perlu berlama-lama, sajian mi glosor iles-iles siap tersaji sebagai takjil berbuka puasa,” katanya.

Sementara itu, Walikota Bima Arya yang juga hadir ditemani sang istri Yane Ardian mengatakan, belakangan diakuinya banyak keluhan muncul soal warganya yang bukan lagi terkena penyakit menular, melainkan lebih banyak penyakit tidak menular. “Misalnya diabetes, tekanan darah tinggi disebabkan salah satunya karena pola hidup, bergerak yang kurang, juga makanan yang nggak sehat. Karena itu di Bogor sama-sama sedang mengkampanyekan supaya warga bergerak dan makan makanan sehat,” kata Bima.

0

Comments

Leave A Comment

Submit